Artikel Pilihan

Musik

Kesehatan

Tips & Triks

Game

Info Bisnis Terbaru

Hot Video

Media Islam

Tampilkan postingan dengan label Jamu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jamu. Tampilkan semua postingan

Pil K.B. Bisa Menyebabkan Kematian!


Hal : "PIL KB"

Mungkin sebaiknya kaum perempuan harus lebih waspada dan jeli untuk mengonsumsi Pil K.B.
Walaupun Katanya
Kontrasepsi oral atau Pil K.B. relatif aman dan mudah digunakan bagi perempuan yang ingin mengendalikan kehamilan. Tapi ternyata tidak semua perempuan cocok dengan Pil K.B. Jangan sampai Pil K.B. membuat nyawa melayang.

Penggunaan Pil K.B. kembali mendapat sorotan setelah meninggalnya seorang karyawan bank HSBC di Inggris, Jenna Morris (28 tahun) pada Februari 2010. Jena adalah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan di akhir tahun ini dengan tunangannya Luke Hawson.

Selama 10 tahun terakhir, Jenna rutin mengonsumsi Pil K.B. dan kematiannya ini pun berhubungan dengan konsumsi Pil K.B.-nya yang dilakukan dalam jangka waktu lama.

Seperti dilansir dailymail, Sabtu (10/4/2010), di hari kematiannya Jenna mengeluhkan nyeri dan sakit di kakinya. Rupanya setelah dideteksi itu adalah gejala Trombosis Vena Dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) yaitu pembekuan darah yang menyebabkan aliran darah tak lancar.

Pemeriksaan post-mortem kemudian mengungkapkan Trombosis Vena Dalam yang dialaminya disebabkan oleh Pil K.B. DVT yang menyerang kakinya dengan cepat menyebar ke paru-paru yang membuat nyawanya tak tertolong.

Padahal satu minggu sebelum kematiannya, dokter menduga Jenna terkena batu ginjal. Rupanya scan yang dilakukannya tidak bisa mendeteksi penyakit pembekuan darah akibat Pil K.B.

Pil K.B. memang ampuh mengendalikan hormon estrogen dan progestogen perempuan yang berfungsi mencegah produksi indung telur setiap bulan. Tapi Pil K.B. juga memiliki efek samping yang salah satunya penyakit gumpalan darah yang berbahaya.

National Health Service (NHS) Inggris mengakui hormon estrogen dalam Pil K.B. dapat menyebabkan darah lebih mudah membeku. Jika pembekuan darah ini berlanjut bisa menyebabkan DVT.

Namun risiko DVT karena konsumsi Pil K.B. sangat kecil hanya 15 dari 100.000 wanita. Risiko DVT lebih besar justru lebih banyak terjadi pada ibu hamil.

Siapa saja yang tak boleh menggunakan Pil K.B. ?
  1. Pil K.B. sebaiknya tidak dikonsumsi bagi perempuan yang berisiko mengalami pembekuan darah.
  2. Wanita yang berusia di atas 35 tahun
  3. Perempuan obesitas
  4. Perempuan perokok
  5. Perempuan diabetes
  6. Perempuan yang memiliki riwayat keluarga yang terkena pembekuan darah
  7. Perempuan yang punya tekanan darah tinggi
  8. Perempuan yang memiliki migrain parah
  9. Perempuan yang ingin operasi sendi atau varises sebaiknya berhenti minum pil KB 4 minggu sebelum operasi.

Penggunaan Pil K.B. juga sebaiknya dihentikan dulu jika mengalami tanda-tanda berikut:
  1. Nyeri hebat pada daerah perut
  2. Sulit bernapas dan sakit di dada
  3. Pusing dan lemah
  4. Pandangan menjadi kabur
  5. Sakit pada paha dan betis

Sumber : health . detik . com

Sabun Mandi Memicu Alergi


Sabun mandi seharusnya berfungsi untuk membersihkan kulit seseorang dari berbagai macam debu dan kotoran. Tapi tak jarang bahan yang terkandung di dalam sabun mandi justru menjadi pemicu timbulnya alergi (alergen).

Alergen yang terkandung dalam sabun kulit dapat menyebabkan dermatitis yaitu suatu peradangan di kulit yang menimbulkan kemerahan, gatal atau bentol kecil-kecil yang berisi cairan.

Dermatitis bisa disebabkan adanya kontak alergen dengan tubuh melalui kulit sehingga menyebabkan peradangan, jika penggunaannya tetap dilanjutkan maka berpotensi menyebabkan masalah kulit yang lebih parah.

Salah satu cara tercepat untuk mengembangkan dermatitis adalah seringnya kontak kulit dengan sesuatu yang dapat memicu timbulnya alergi, salah satunya melalui sabun mandi.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (22/3/2010) ada beberapa bahan dari sabun mandi yang sering menjadi pemicu timbulnya alergi, yaitu:

1. Sodium lauryl sulfate (SLS)
SLS adalah bahan yang umum ditemukan dalam sabun atau sampo. SLS adalah sejenis detergen yang berfungsi memecah minyak dan lemak, fungsi lain dari bahan ini adalah membuat sabun berbusa ketika digosok ke tubuh.

Beberapa mitos mengungkapkan bahwa minyak di tubuh bersifat kotor sehingga harus dihilangkan, tapi sebenarnya manusia masih membutuhkan minyak dalam jumlah tertentu sebagai perlindungan. Namun SLS bekerja dengan cara memecahkan zat berminyak yang dianggap asing termasuk lapisan minyak yang menjaga agar kulit tidak kering.

Jika SLS yang digunakan terlalu berlebihan akan melemahkan lapisan minyak yang menjadi penghalang masuknya unsur alergen dari luar, sehingga benda-benda asing dari luar bisa masuk dengan mudahnya.

2. Paraben
Paraben merupakan salah satu zat yang diproduksi secara alami dari kelompok ester, zat ini digunakan sebagai bahan pembuat sabun, sampo, pasta gigi serta deodoran. Reaksi alergi yang timbul memang jarang terjadi, namun jika sering digunakan akan meningkatkan kemungkinan reaksi alergi. Paraben juga sering dikenal dengan nama parahydroxybenzoic.

3. Balsam Peru (myroxylon)
Bahan ini digunakan sebagai campuran sabun, sampo dan parfum yang membantu memperlambat penguapan. Sekitar 60-70 persen balsam peru dibuat dari senyawa cinnamein yang sudah dikenal berpotensi menyebabkan alergi, sementara 30-40 persennya tidak diketahui terbuat dari resin apa. Gejala reaksi yang paling umum adalah eksim di tangan atau ruam merah di kulit.

4. Wewangian
Bahan wewangian ini biasanya campuran dari ester, aldehid, keton, amina dan bahan lainnya, sehingga sulit untuk menentukan bahan mana yang menimbulkan alergi. Pewangi sebenarnya tidak benar-benar berkontribusi terhadap pembersihan kulit, tapi hanya sebagai bahan tambahan saja. Reaksi alergi yang ditimbulkan dari bahan ini adalah kulit kering dan gatal.

Jika setelah mandi kulit menjadi kering, gatal atau muncul ruam-ruam merah, maka sebaiknya periksa kandungan dari sabun mandi yang digunakan. Karena ada kemungkinan salah satu kandungannya bersifat alergen bagi Anda.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Anak Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Anak Indonesia