Artikel Pilihan

Musik

Kesehatan

Tips & Triks

Game

Info Bisnis Terbaru

Hot Video

Media Islam

Seandainya Senjata Teroris Indonesia itu...


Kalau senjata para teroris Indonesia itu menggunakan senjata sniper semua gimana ya ?
apa gak kuawalahan tuh polisi atau densus 88 tuh... yang masih paka AK za udah mati 3 apalagi para teroris itu menggunakan SNIPER semua.... gimana ya jadinya..... Siaplah kalau itu terjadi dan di tambah bajoka atau rudal anti tank... wah kota mana yg duluan tercaplok... nih Densus 88 wajib waspada terhadap hal ini... kalau tidak ya siap2 za meregang nyawanya.....

O ya... jika polisi terus bertindak anarkis lagi, kemungkinan dari tubuh mahasiswa pasti ikut serta dalam aksi serang balik. Bisa saja mahasiswa membentuk klompok tertentu yang gk terbayangkan oleh polisi.... senjata sekarang sangat mudah di dapatkan, apalagi di daerah2 konflick seperti di ACEH.... tuh makanya jadi basis Gam. Betol... betol....betol hahahah....

Mesin Fotokopi Sel


Ilmuwan Ciptakan Mesin Fotokopi Sel


Dengan mencontoh mesin fotokopi di perkantoran, para ilmuwan kemudian menciptakan printer atau mesin cetak yang bisa menghasilkan kopi gambar sel biologis berukuran nanoscale atau sangat kecil.

Ilmuwan dari Illinois University yang mengembangkan mesin fotokopi sel ini menyebutkan, hasil cetak sel biologis bisa sangat membantu dalam membuat jaringan tubuh buatan.

"Dengan memodifikasi teknik, akan sangat mungkin memanipulasi sel biologis atau sel biomolekul seperti DNA," kata ketua tim studi John Rogers seperti dikutip dari New Scientist, Selasa (2/2/2010).

Printer jet electrohydrodynamic buatan mereka bekerja dengan menghasilkan tegangan listrik berbeda diantara mulut pipa metalik dan subtrat di bawahnya. Hasil dari tegangan elektrik menyebabkan muatan ion dalam tinta berkumpul dalam mulut pipa dan permukaannya terbentuk seperti bulan sabit.

Karena muatan ion saling menolak, permukaan bulan sabit kemudian akan berubah bentuk menjadi bentuk kerucut, menghasilkan ujung super tipis dimana tetesan kecil tinta paling kecil dikeluarkan.

Proses ini menghasilkan ketidakseimbangan dalam kuantitas ion negatif dan positif dalam tinta cetak. Namun anggota tim menyadari bahwa dengan mengganti muatan kutub tegangan, mereka bisa menyelesaikan masalah tersebut serta bisa juga mencetak berbagai pola rumit muatan negatif atau positif ke dalam substrat. Pada intinya, kemampuan ini sangat dibutuhkan untuk membuat kopi sel biologis yang rumit dan sangat kecil.

Sumber : techno.okezone.com/read/2010/02/02/56/300095/ilmuwan-ciptakan-mesin-fotokopi-sel

Oral Seks Berisiko Herpes


"Oral seks bukan merupakan perilaku seks yang aman," kata Terri Warren, RN, Pemilik dari Hestover Heights Clinic di Portland, Ore, yang dikutip okezone dari Web MD, Minggu (21/3/2010).

Warren yang juga seorang petugas klinik yang menangani penyakit menular seksual memaparkan bahwa oral seks merupakan seks aman, namun bukan berarti perilaku seks yang aman.

Risiko dari perilaku oral seks bergantung pada berbagai hal, yakni berapa banyak pasangan seksual yang Anda miliki, jenis kelamin Anda, dan apa tindakan oral seks tertentu yang Anda lakukan.

Menggunakan penghalang berupa 'alat pelindung' dapat mengurangi risiko infeksi penyakit menular seksual. Alat pelindung tersebut bisa berupa kondom yang digunaan di penis, plastik atau lateks "gigi bendungan" ditempatkan pada vulva atau anus. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menggunakan perlindungan ketika melakukan oral seks.

Pada tahun 2004, American Social Health Association melakukan jajak pendapat pada 1.155 orang dewasa mengenai IMS dan perilaku seksual. Hasilnya, sebanyak 91 persen pasangan tidak pernah menggunakan perlindungan saat beroral seks.

"Hal ini mungkin terjadi karena tidak banyak orang tahu bahwa infeksi ini dapat ditularkan secara lisan. Atau jika mereka melakukannya, mereka melihat resiko kesehatan yang sangat serius," kata Warren.

Risiko tertular IMS dari hubungan oral seks biasanya jauh lebih rendah daripada risiko yang ditimbulkan oleh vaginal atau seks anal tanpa alat pelindung. Saran dari Warren tentang penggunaan perlindungan penghalang untuk oral seks bergantung pada siapa dia sedang berhadapan.

"Biasanya melakukan oral seks pada pasangan pria tanpa kondom lebih berisiko terpapar IMS, dibandingkan dengan bentuk-bentuk oral seks lain", jelasnya.

Sebagai contoh, Warren menyoroti pentingnya penggunaan kondom bagi pria yang melakukan oral seks dengan beberapa pasangan pria.

"Jika seorang pria memberikan oral seks kepada seorang wanita, saya anggap bahwa risiko terpapar IMS rendah. Tetapi jika pasangan wanitanya memiliki herpes, ini merupakan diskusi yang sama sekali menjadi berbeda," pungkas Warren.

Sumber : lifestyle.okezone.com/read/2010/03/21/24/314590/waspada-oral-seks-berisiko-herpes

Sabun Mandi Memicu Alergi


Sabun mandi seharusnya berfungsi untuk membersihkan kulit seseorang dari berbagai macam debu dan kotoran. Tapi tak jarang bahan yang terkandung di dalam sabun mandi justru menjadi pemicu timbulnya alergi (alergen).

Alergen yang terkandung dalam sabun kulit dapat menyebabkan dermatitis yaitu suatu peradangan di kulit yang menimbulkan kemerahan, gatal atau bentol kecil-kecil yang berisi cairan.

Dermatitis bisa disebabkan adanya kontak alergen dengan tubuh melalui kulit sehingga menyebabkan peradangan, jika penggunaannya tetap dilanjutkan maka berpotensi menyebabkan masalah kulit yang lebih parah.

Salah satu cara tercepat untuk mengembangkan dermatitis adalah seringnya kontak kulit dengan sesuatu yang dapat memicu timbulnya alergi, salah satunya melalui sabun mandi.

Seperti dikutip dari Howstuffworks, Senin (22/3/2010) ada beberapa bahan dari sabun mandi yang sering menjadi pemicu timbulnya alergi, yaitu:

1. Sodium lauryl sulfate (SLS)
SLS adalah bahan yang umum ditemukan dalam sabun atau sampo. SLS adalah sejenis detergen yang berfungsi memecah minyak dan lemak, fungsi lain dari bahan ini adalah membuat sabun berbusa ketika digosok ke tubuh.

Beberapa mitos mengungkapkan bahwa minyak di tubuh bersifat kotor sehingga harus dihilangkan, tapi sebenarnya manusia masih membutuhkan minyak dalam jumlah tertentu sebagai perlindungan. Namun SLS bekerja dengan cara memecahkan zat berminyak yang dianggap asing termasuk lapisan minyak yang menjaga agar kulit tidak kering.

Jika SLS yang digunakan terlalu berlebihan akan melemahkan lapisan minyak yang menjadi penghalang masuknya unsur alergen dari luar, sehingga benda-benda asing dari luar bisa masuk dengan mudahnya.

2. Paraben
Paraben merupakan salah satu zat yang diproduksi secara alami dari kelompok ester, zat ini digunakan sebagai bahan pembuat sabun, sampo, pasta gigi serta deodoran. Reaksi alergi yang timbul memang jarang terjadi, namun jika sering digunakan akan meningkatkan kemungkinan reaksi alergi. Paraben juga sering dikenal dengan nama parahydroxybenzoic.

3. Balsam Peru (myroxylon)
Bahan ini digunakan sebagai campuran sabun, sampo dan parfum yang membantu memperlambat penguapan. Sekitar 60-70 persen balsam peru dibuat dari senyawa cinnamein yang sudah dikenal berpotensi menyebabkan alergi, sementara 30-40 persennya tidak diketahui terbuat dari resin apa. Gejala reaksi yang paling umum adalah eksim di tangan atau ruam merah di kulit.

4. Wewangian
Bahan wewangian ini biasanya campuran dari ester, aldehid, keton, amina dan bahan lainnya, sehingga sulit untuk menentukan bahan mana yang menimbulkan alergi. Pewangi sebenarnya tidak benar-benar berkontribusi terhadap pembersihan kulit, tapi hanya sebagai bahan tambahan saja. Reaksi alergi yang ditimbulkan dari bahan ini adalah kulit kering dan gatal.

Jika setelah mandi kulit menjadi kering, gatal atau muncul ruam-ruam merah, maka sebaiknya periksa kandungan dari sabun mandi yang digunakan. Karena ada kemungkinan salah satu kandungannya bersifat alergen bagi Anda.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Anak Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Anak Indonesia