Artikel Pilihan

Musik

Kesehatan

Tips & Triks

Info Bisnis Terbaru

Hot Video

Media Islam

Home » , , » Workaholic Lebih Cepat Alami Kemunduran Otak

Workaholic Lebih Cepat Alami Kemunduran Otak


Workaholic Lebih Cepat Alami Kemunduran Otak.

Semakin sering pisau diasah, semakin tajam pula kemampuannya. Mungkin hal itu juga yang Anda pikir terjadi pada otak manusia. Ternyata anggapan itu tidak selamanya benar, otak yang dipakai berlebih justru memicu kemunduran otak. Benarkah?

Sebuah studi baru-baru ini di Inggris mengungkapkan bahwa manusia yang bekerja lebih dari 40 jam setiap minggunya akan meningkatkan risiko kemunduran mental yang lebih cepat pada pertengahan usianya.

Peneliti menemukan lebih dari 2.200 pekerja Inggris dengan jumlah jam kerja yang panjang memiliki kemampuan kognitif yang menurun ketika dihadapkan pada tes-tes kognitif.

Dibandingkan mereka yang bekerja 35 dan 40 jam per minggunya, para pekerja yang bekerja 55 jam atau lebih menunjukkan kemunduran performa setelah selang waktu 5 tahun bekerja.

"Belum dapat dipastikan apakah lamanya bekerja yang menyebabkan kemunduran tersebut, banyak faktor lain juga yang mempengaruhi," ujar Dr Marianna Virtanen dari the Finnish Institute of Occupational Health-Helsinki, seperti dikutip dari Health24, Selasa (4/8/2009).

Virtanen dan rekannya memperkirakan faktor-faktor seperti spesifikasi pekerjaan, latar belakang pendidikan dan kondisi medis seperti tekanan darah tinggi atau penyakit jantung banyak mempengaruhi berkurangnya kemunduran otak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology tersebut dilakukan selama 5 tahun pada 2.214 pekerja dengan usia pertengahan.

Pada awal dan akhir periode penelitian para responden diberi lima tes fungsi kognitif standar untuk mengetahui perbedaan kemampuan otaknya sebelum dan sesudah studi melalui skor yang dihasilkan.

Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa pekerja yang menghabiskan sekitar 55 jam atau lebih waktunya untuk bekerja dalam seminggu menghasilkan skor yang lebih rendah pada tes vocabulary, baik di awal maupun akhir masa penelitian.

Mereka juga menunjukkan kemunduran kognitif pada tes yang disebut 'fluid intelligence' yang merupakan tes untuk mengetahui kemampuan seseorang dalam memecahkan masalah dan memberi solusi untuk permasalahan tersebut.

Para peneliti berasumsi bahwa mereka yang bekerja dengan jumlah waktu yang panjang cenderung memiliki tingkat stres yang tinggi, kurang tidur dan jarang berolahraga.

Namun Anda tidak perlu cemas berlebihan, karena meskipun studi mengatakan demikian, fakta ilmiahnya belum terungkap. Tapi sebaiknya bekerjalah sesuai porsinya dan hindari menjadi seorang workaholic.

"Hubungan antara tes kognitif dan kemampuan otak yang melemah pada para pekerja dengan jam terbang yang tinggi memang masih belum diketahui. Butuh investigasi yang panjang lagi untuk benar-benar membuktikannya secara ilmiah," ujar Virtanen.

Jika Anda termasuk tipe workaholic, mulai sekarang kurangilah jam kerja Anda dan imbangilah hidup Anda dengan konsumsi makanan yang sehat, istirahat yang berkualitas dan dan olahraga yang cukup. Info detik dot com :D
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 comments:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2012. Anak Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Anak Indonesia